DOKUMEN INFORMASI PENELITIAN

Berikut ini Dokumen Informasi Penelitian di Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi yang dapat di akses oleh masyarakat.

Ayo Meneliti di RSOMH Bukittinggi!RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi kini membuka pintu lebar bagi para mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk melakukan penelitian di bidang kesehatan dengan sistem SIPEDE (Sistem Penelitian Digital Etik).

Merespon perkembangan tekhnologi kedokteran dan mendukung tranformasi layanan kesehatan, RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi memberikan pelayanan penelitian dan kaji etik secara digital yang cepat, cermat, inovatif dan menyenangkan

  1. Pengambilan data awal untuk proposal penelitian
  2. Pelayanan penelitian
  3. Pengajuan surat layak etik dengan aplikasi DigiTEEP (Digitalisasi Telaah Etik Protokol Penelitian ).
  4. Pembekalan penelitian pada mahasiswa
  5. Konsultasi penelitian

Buka youtube kami melihat lebih lengkap :

Klik link Youtube disini..

Struktur Organisasi Tim Kerja Penelitian

SK  TIM CLINICAL RESEARCH UNIT OK (CRU) RSOMH BUKITTINGGI

PROSEDUR PENELITIAN DAN  PROTOKOL ETIK RSOMH BUKITTINGGI

Fasilitas Penelitian RSOMH

Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto

Publikasi Jurnal Penelitian dan International

Foto Kegiatan Penelitian RSOMH

Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto Preview Foto

Diabetes Melitus merupakan penyakit epidemik di seluruh dunia. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) ditandai dengan hiperglikemia yang mengakibatkan peradangan.Proses inflamasi akan merangsang respons imun non-spesifik, makrofag akan teraktivasi untuk memproduksi dan mensekresi sitokin inflamasi sehingga terjadi peningkatan kadar sitokin, salah satunya adalah Interleukin-6 (IL-6). Kadar Interleukin-6 (IL-6) yang tinggi pada pasien DMT2 menyebabkan resistensi insulin dan kegagalan fungsi sel β.

Peran Interleukin-6 (IL-6) dalam patogenesis DMT2 dianggap sebagai faktor risiko independen dalam perkembangan DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada pasien DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Desain penelitian ini adalah potong lintang. Sampel: Pasien rawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Otak Dr. M. Hatta Bukittinggi dengan diagnosis DM tipe 2. Diagnosis DM tipe 2 dipastikan dengan pemeriksaan kadar gula darah. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terdiri dari 32 orang dengan DM tipe 2 terkontrol dan 32 orang dengan DM tipe 2 tidak terkontrol. Total sampel adalah 64 orang. Kadar Interleukin-6 (IL-6) diperiksa menggunakan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Normalitas data diuji menggunakan uji Shapiro-Wilk.

Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Kadar IL-6 pada pasien DM tipe 2 terkontrol adalah 69,86 pg/ml (57,95 – 114,32 pg/ml). Kadar IL-6 pada pasien T2DM yang tidak terkontrol adalah 77,80 pg/ml (58,04 – 135,51 pg/ml).Kadar IL-6 pada pasien DM tipe 2 yang tidak terkontrol lebih tinggi daripada kadar IL-6 pada pasien DM tipe 2 yang terkontrol. Kadar interleukin-6 pada pasien DM tipe 2 yang tidak terkontrol lebih tinggi daripada kadar IL-6 pada pasien DM tipe 2 yang terkontrol. Terdapat perbedaan yang signifikan dan bermakna secara statistik.

Statistik Hasil Kegiatan Penelitian Tahun 2024

Presentasi Jurnal Penelitian (International Dan National) Rsomh Bukittinggi

Harap Tunggu

 Perlu Bantuan .. ?