Dalam upaya mendukung pencegahan penyebaran penyakit campak rubela, RSOMH Bukittinggi melaksanakan kegiatan vaksinasi Campak Rubela bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan seiring meningkatnya kasus campak di Indonesia yang memerlukan langkah nyata untuk memutus rantai penularan. Penyakit campak rubela merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi berat hingga kematian, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui imunisasi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Sebagai rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan, RSOMH Bukittinggi memandang penting perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi untuk terpapar penyakit saat memberikan pelayanan kepada pasien. Untuk itu, rumah sakit membentuk Tim Vaksinasi Campak Rubela guna mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sebelum pelaksanaan vaksinasi, Tim Vaksinasi Campak Rubela RSOMH melakukan pendataan riwayat vaksinasi terhadap seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit. Dari total 450 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdata, sebanyak 435 orang telah menerima vaksin lengkap. Sementara itu, 15 orang lainnya yang belum mendapatkan vaksin Campak Rubela menjadi sasaran dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dan Puskesmas Tigo Baleh.
Vaksinasi Campak Rubela bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSOMH dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, sedangkan vaksinasi tahap kedua dijadwalkan pada 17 Juni 2026 mendatang.
Dengan terlaksananya kegiatan vaksinasi ini, diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan RSOMH Bukittinggi, sekaligus membantu menurunkan angka kesakitan serta memutus rantai penularan campak rubela di fasilitas pelayanan kesehatan
