Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan kebiasaan sederhana yang berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit. Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) pada 15 Oktober 2026, masyarakat diingatkan untuk membiasakan kebersihan tangan sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa mencuci tangan pakai sabun membantu mencegah penyebaran kuman melalui tangan yang bersentuhan dengan manusia, hewan, benda, maupun permukaan yang berpotensi terkontaminasi. Kebiasaan ini perlu diterapkan secara konsisten, baik di rumah, tempat kerja, tempat umum, maupun fasilitas pelayanan kesehatan. (Kemenkes RI)
Kapan Kita Harus Mencuci Tangan?
Cuci tangan pakai sabun perlu dilakukan pada waktu-waktu penting, antara lain:
- Sebelum makan dan menyiapkan makanan.
- Setelah menggunakan toilet.
- Setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.
- Setelah membuang sampah atau menyentuh benda yang kotor.
- Sebelum dan setelah merawat orang yang sakit.
- Ketika tangan terlihat kotor.
Membiasakan cuci tangan pada waktu yang tepat dapat membantu mengurangi risiko perpindahan kuman dan menjaga kesehatan diri maupun orang lain.
Enam Langkah Cuci Tangan yang Benar
Menurut panduan Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir membutuhkan waktu sekitar 40–60 detik. Seluruh permukaan tangan perlu dibersihkan melalui langkah berikut:
1. Basahi tangan dengan air mengalir dan gunakan sabun secukupnya.
2. Gosok kedua telapak tangan.
3. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari.
4. Gosok punggung jari dengan posisi jari saling mengunci.
5. Bersihkan ibu jari dengan gerakan memutar.
6. Gosok ujung jari dan kuku pada telapak tangan, kemudian bilas hingga bersih dan keringkan dengan cara yang higienis.
Jika tangan tidak tampak kotor dan sabun serta air tidak tersedia, pembersih tangan berbasis alkohol dapat menjadi alternatif. Namun, tangan yang terlihat kotor sebaiknya dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir.
Panduan teknis: Kemenkes RI — 6 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun dan WHO — Hand Hygiene Technical Reference Manual.
Kebersihan Tangan, Bagian dari Keselamatan Pasien
Di lingkungan rumah sakit, kebersihan tangan merupakan bagian penting dari pencegahan dan pengendalian infeksi. WHO menetapkan lima momen penting kebersihan tangan bagi tenaga kesehatan, yaitu sebelum menyentuh pasien, sebelum tindakan bersih atau aseptik, setelah risiko terpapar cairan tubuh, setelah menyentuh pasien, serta setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien. (WHO — Five Moments for Hand Hygiene)
Pasien, keluarga, dan pengunjung juga dapat berperan dengan menjaga kebersihan tangan sebelum dan setelah menjenguk pasien serta setelah menyentuh benda atau permukaan yang berpotensi terkontaminasi.
Mulai dari Kebiasaan Kecil
Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara benar dan konsisten.
Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi (RSOMH Bukittinggi) mengajak masyarakat membiasakan cuci tangan pakai sabun pada waktu yang tepat demi menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Tangan bersih, risiko penularan berkurang, kesehatan bersama lebih terjaga